Tentang Kami

Desa Ngindeng merupakan salah satu desa yang memiliki sejarah dan budaya yang erat dengan perjalanan masyarakat di wilayahnya. Nama Ngindeng berasal dari kisah Eyang Kalipo Kusumo yang dalam pengembaraannya menuju wilayah timur tertarik pada sebuah gunung yang tampak memiliki bentuk yang sama dari berbagai sudut pandang. Saat beristirahat, beliau memandang gunung tersebut dengan pandangan tajam (mandeng dalam bahasa Jawa), sehingga tempat tersebut kemudian dikenal sebagai Ngindeng, yang dimaknai sebagai melihat dengan pandangan tajam.

Dalam perkembangannya, Desa Ngindeng terus berupaya membangun tata pemerintahan dan kehidupan masyarakat yang maju, berkeadilan, berbudaya, dan religius. Dengan luas wilayah sekitar 44,452 hektare, Desa Ngindeng berbatasan dengan Desa Bondrang di sebelah utara, Desa Temon di sebelah timur, kawasan Perhutani di sebelah selatan, dan Desa Kori di sebelah barat.

Dengan potensi alam, budaya, sejarah, dan kehidupan masyarakat yang dimiliki, Desa Ngindeng terus dikembangkan sebagai desa wisata yang mengedepankan potensi lokal dan kearifan masyarakat. Pengembangan desa wisata diarahkan untuk membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkenalkan kekayaan alam dan budaya Desa Ngindeng kepada masyarakat luas.

VISI

“MENJADIKAN DESA NGINDENG YANG MAJU, BERKEADILAN, BERBUDAYA DAN RELIGIUS”

 

MISI

  1. Mewujudkan Desa Ngindeng yang
  2. Mewujudkan Infrastuktur Desa Ngindeng yang Berkeadilan dan Berkesinambungan
  3. Meningkatkan Kualitas, Kapasitas dan Pembangunan Manusia Masyarakat Desa Ngindeng Dengan Spiritual, Bersinergi dan Berorientasi
Sejarah

Pada jaman pemerintahan keraton Kartosuro mengalami huru-hara yang pada saat itu di pimpin oleh Eyang Suseno yang saat itu terlilit hutang dengan bangsa Cina dikarenakan Eyang Suseno yang mempunyai kebiasaan buruk mengisap candu, Eyang Suseno mempunyai saudara yang bernama Eyang Kalipo Kusumo. Karena di dalam Keraton situasi tidak nyaman bagi Eyang Kalipo Kusumo karena ulah saudaranya maka Eyang Kalipo Kusumo memutuskan untuk mengembara mecari tempat untuk menenangkan diri, Eyang Kalipo Kusumo pun berangkat disertai beberapa pengikutnya yaitu Hadi Ronggo, Hadi Mulyo dan Hadi Dumeling mereka melakukan perjalanan kewilayah timur dan beliau timbul hasrat untuk melakukan semedi di wilayah pegunungan dari sekian banyak gunung diwilayah timur Eyang Kalipo Kusumo tertarik dengan sebentuk gunung  yang agak aneh yakni, bentuknya selalu sama jika dilihat dari sudut pandang berlainan.

      Maka berangkatlah eyang Kalipo Kusumo beserta pengikutnya ke gunung tersebut, disuatu tempat Eyang Kalipo Kusumo beristirahat. sesekali lagi beliau memandang gunung itu, namun kali ini dengan pandangan yang tajam (mandeng, bahasa Jawa) dari peristiwa tersebut tempat beristirahat itu diberi nama Ngindeng (Ngingeti karo mandeng, bahasa Jawa) yang artinya melihat dengan pandangan tajam. maka dikenal dengan nama Desa Ngindeng.

Budaya

Desa Ngindeng memiliki kekayaan budaya yang tumbuh dan berkembang dari sejarah, tradisi, serta nilai-nilai kehidupan masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun. Budaya lokal menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat sekaligus menjadi identitas yang memperkuat rasa kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian antarwarga.

Nilai-nilai kearifan lokal, religiusitas, gotong royong, dan semangat kebersamaan menjadi karakter utama masyarakat Desa Ngindeng. Berbagai kegiatan sosial dan keagamaan dilaksanakan sebagai bentuk pelestarian tradisi sekaligus mempererat hubungan antarwarga.

Sejalan dengan pengembangan Desa Ngindeng sebagai Desa Wisata, kekayaan budaya dan tradisi lokal terus didorong untuk menjadi potensi wisata berbasis masyarakat. Melalui pelestarian budaya dan pengembangan potensi lokal, Desa Ngindeng berupaya menjaga warisan leluhur sekaligus memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda dan masyarakat luas.

Budaya Desa Ngindeng bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi menjadi identitas dan kekuatan masyarakat dalam membangun desa yang maju, berbudaya, religius, dan berkelanjutan.

Galeri

Momen indah dan keindahan alam Desa Wisata Ngindeng

Hubungi Kami

Sampaikan pertanyaan atau pesan Anda di sini.

pemdesngindeng@gmail.com
(+62) 823-3849-3199
Dukuh Krajan, RT 01/RW 01, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, kode pos 63475